.
Home » , » 37 LUKISAN MARAPI-SINGGALANG DIPAMERKAN

37 LUKISAN MARAPI-SINGGALANG DIPAMERKAN

Ditulih Unknown pado hari Rabu, 26 Desember 2012 | 07.54

:: 37 LUKISAN MARAPI-SINGGALANG DIPAMERKAN ::

HarianHaluan.com | Sebanyak 37 lukisan yang bertemakan Marapi-Singgalang dipamerkan di Rumah Budaya Fadli Zon, kawasan Aie Angek Kabupaten Tanah Datar. Pameran seni rupa yang digelar 23 Agustus 2012 hingga 2 Januari 2013 ini merupakan merupakan hasil karya perupa putra Sumbar yang tersebar di berbagai daerah, baik di Sumbar sendiri, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta.

Menariknya, ke-37 perupa itu menganut beberapa aliran yang berbeda, sehingga hasil karya yang disajikan menimbulkan kesan yang menarik bagi pengunjung. Seperti yang disajikan Davis Rasdjidin asal Solok, lukisan yang berjudul ‘Pagar Pembatas’ dengan  goresan akrilik pada kanvas 100X100 cm, menggambarkan rumah bagonjong yang kian punah akibat menjamurnya rumah minimalis dan modern.

Harri Gita Setiadi asal Paria­man juga mencoba menggambarkan keindahan pesona Ngarai Sianok yang berlatar Gunung Singgalang. Dalam lukisan yang berjudul ‘Ranah Rupaku Kini’, Harri menggambarkan bahwa saat ini keindahan Ngarai Sianok telah dirusak oleh segelintir tangan jahil, sehingga perlu dijaga kelestariannya agar tetap alami dan menarik.

Berbagai lukisan lainnya juga tak kalah menarik dan penuh ide kreatif, mulai dari lukisan beraliran surrealime yang mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu, aliran kubisme yang cenderung melakukan usaha abstraksi terha­dap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri, aliran romantisme yang berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya, dengan berlatarkan pemandangan alam.
Selain itu, juga ada lukisan beraliran ekspressionisme yang mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional, aliran fauvisme yang lebih mengarah suatu kritikan dengan sindirian halus, aliran realisme yang menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu, serta aliran naturalisme yang menam­pilkan objek realistis dengan penekanan setting alam.

Fadli Zon selaku pendiri dan pemilik Rumah Budaya Fadli Zon, menilai hampir semua karya yang dipamerkan memiliki kekuatannya tersendiri, serta kaya dengan ide kreatif serta memiliki teknik dan paduan warna yang kuat.
“Dari hasil karya perupa yang dipamerkan ini, membuktikan bahwa karya perupa Sumbar tidak kalah menarik dengan perupa lainnya di Indonesia. Ini perlu diapresiasi dan dihargai. Semakin banyak iven seperti ini, akan semakin meningkatkan kualitas senirupa Sumbar,” ujar Fadli Zon kepada Haluan.

Fadli Zon menambahkan, kegia­tan ini merupakan kelanjutan dari gagasan melukis bersama yang telah dilakukan beberapa hari lalu.

“Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai kebu­dayaan. Oleh karena itu, saya berharap karya perupa Sumbar bisa mendapat tempat terhormat di Indonesia,” pungkas Fadli Zon.
Share this article :
Komentar
0 Komentar

0 komentar :

Posting Komentar

.